Sarang-Lebah-Madu-Bina-Apiari-Indonesia
Pernahkah Anda memperhatikan bentuk sarang lebah? Lebah membangun sarangnya di pohon atau di tempat-tempat yang dibuat manusia. Sarang lebah dibuat dari lilin yang dibentuk menjadi ribuan kantung berbentuk heksagonal atau segi enam untuk menyimpan madu.
Aktivitas-Sarang-Lebah-Madu-Bina-Apiari-Indonesia
Mengapa sarang lebah berbentuk heksagonal dan bukan bentuk-bentuk lain? Para ahli matematika telah melakukan beberapa penelitian untuk mendapatkan jawabannya. Setelah dilakukan percobaan perhitungan dengan menggunakan berbagai bentuk geometri yang lain, ternyata heksagonal adalah bentuk terbaik untuk memperoleh kapasitas simpan terbesar, dengan bahan baku lilin dalam jumlah paling sedikit.
Sarang-Lebah-Di-Pohon-Madu-Bina-Apiari-Indonesia
Saya terkagum-kagum ketika mengetahui bagaimana lebah membangun sarangnya secara bersama-sama. Dulu saya kira lebah menyusun lubang-lubang kecil itu dari salah satu titik sarangnya. Ternyata pembangunan sarang lebah dimulai dari tiga atau empat titik awal yang berbeda. Para lebah terus bekerja sama menyatukan bentuk-bentuk heksagonal yang berukuran sama itu sampai bertemu di tengah-tengah tanpa kesalahan sedikitpun!

Hal lain yang menakjubkan adalah lebah juga menghitung besar sudut antara rongga satu dengan lainnya pada saat membangun rumahnya. Suatu rongga dengan rongga di belakangnya selalu dibangun dengan kemiringan tiga belas derajat dari bidang datar. Dengan begitu, kedua sisi rongga sarang lebah berada pada posisi miring ke atas. Kemiringan ini mencegah madu agar tidak mengalir keluar dan tumpah.