Tentang Madu Bina Apiari | Madu Bina Apiari

Madu Bina Apiari: PERINTIS PERLEBAHAN DI INDONESIA

Tentang Madu Bina Apiari

HomeTentang Madu Bina Apiari

Pada saat bertugas di sekitar hutan Telawa, Jawa Tengah tahun 1980, Bapak Bambang Soekartiko tertarik membantu masyarakat sekitar yang mengumpulkan madu hutan. Namun setelah saya pelajari ternyata hasil dari madu hutan yang dikumpulkan masyarakat tidak bisa meningkatkan taraf hidup mereka dan cara pengambilan madu hutan yang kadang justru merusak hutan. Melihat kondisi tersebut saya berniat untuk membantu masyarkat sekitar hutan untuk dapat menghasilkan madu hutan dengan cara yang benar dan juga dapat meningkatkan taraf hidup mereka.

Pada tahun 1980 mendapatkan bantuan dari pemerintah lebah Apis Millefera untuk dibudidayakan disekitar hutan. Atas jasanya memajukan Perlebahan di Indonesia, Beliau banyak mendapatkan penghargaan diantaranya:

Ketua Asosiasi Perlebahan Indonesia (API)
“Perintis Perlebahan di Indonesia” dari Menteri kehutanan RI tahun 2000
“Entrepreneur Agribusiness Award 2004″ diserahkan Menteri Pertanian
Ketua Komisi Perlebahan Negara Berkembang (APIMONDIA)

piagam menteri salinan Profil Bina Apiari Madu murni Bina Apiari didapatkan dengan cara menggembalakan lebah pada saat musim bunga, sehingga didapatkan madu murni yang spesifik berdasarkan jenis bunga seperti: Kapuk, Rambutan, Mangga, Klengkeng, Duwet, Karet dll. Selain itu dari peternakan lebah ini juga didapatkan Royal Jelly, Bee Pollen dan Propolis yang mempunyai khasiat sangat bagus untuk kesehatan.

Peternakan Lebah ini dikelola secara profesional oleh Alumni-alumni IPB sesuai Standar Kualitas Nasional tentang Madu. Madu Bina Apiari telah memenuhi Standar Nasional Indonesia untuk Madu (SNI.01-3545-2004) dengan No. 3104/LHU/Bd/LAK-BBIA/V/2007

PENGALAMAN PERLEBAHAN :

– Mengembangkan peternakan lebah lokal Apis cerana di Kesatuan Hutan PERHUTANI Telawa Jawa Tengah 1974-1976.
– Menyelenggarakan Pelatihan Perlebahan I untuk petugas PERHUTANI Dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Soepardjo Rustam, dan Letjen Sarbini (alm) Ketua Kwartir Nasional Pramuka. 1974)
– Pembicara Seminar Nasional Perlebahan I mewakili Departemen Pertanian yang dibuka oleh Presiden Soeharto di TMI, Jakarta.
– Dikirim belajar Perlebahan oleh PERHUTANI ke Agriculuture Univessity Wageningen, Belanda (1977)
– Menjadi anggota Delegasi ke Kongres APIMONDIA di Athena-Yunani tahun 1989. (APIMONDIA adalah Asosiasi PeternakLebah Se Dunia yang ber kantor Pusat di Roma,Italia).
– Memimpin Delegasi APIMONDIA di Acapulco, Yunani (1981)
– Terpilih sebagaiKetua Komisi Perlebahan Negara Berkembang pada Kongres APIMONDIA di Budapest Hongaria (1983).
– Menjadi Pimpinan sidang Komisi Negara Berkembang pada Konggres APIMONDIA di Helsinki Polandia(1985)
– Terpilih kembali sebagai Ketua Komisi Perlebahan Negara Berkembang pada Kongres APIMONDIA di Nagoya, Jepang (1987)
– Menjadi Pimpinan sidang Komisi Negara Berkembang pada Kongres APIMONDIA DI Beijing, Cina (1993).
– Memimpin delegasi Indonesia pada Kongres APIMONDIA di Laussanne Swiss (1995).
– Menjadi Ketua Delegasi Konggres APIMONDIA di Antwerpen, Belgi (1997)
– Menjadi Ketua Delegasi Konggres APIMONDIA di Durban, Afrika Selatan (2000).
– Menerima Penghargaan Menteri Pertanian dan Kehutanan R.I sebagai “Perintis Perlebahan Indonesia”. (21 Maret 2000).
– Terpilih menjadi Ketua API Indonesia (Asosiasi Perlebahan Indonesia) 21 Maret 2000.
– Menjadi Ketua Delegasi pada Kongres APIMONDIA di Lubljana, Slovenai (2003).
– Memperoleh Agribusiness Entrepreneur Awards 2004 dari Departemen Pertanian diserahkan Menteri Pertanian RI. (25 November 2004)
– 1980-sekarang mengembangkan Peternakan Lebah BINA APIARI INDONESIA

Terhubung Dengan Kami

Copyright © 2010 - 2017 Madu Bina Apiari. All Rights Reserved. Designated trademarks and brands are the property of their respective owners. Use of this Web site constitutes acceptance of Madu Bina Apiari User Agreement and Privacy Policy.

top