Tag Archives: Malaria

MANJURNYA PROPOLIS DARI LEBAH TAK BERSENGAT ATAU TRIGONA SP

Trigona Penghasil Propolis terbanyak

Akhir-akhir ini popularitas propolis dari lebah tanpa sengat atau trigona sp semakin meningkat. Trigona sp, atau yang sering dikenal dengan lanceng, kalulut, atau galo-galo yang tubuhnya mirip lebah kecil hitam ini merupakan family Meliponidae walaupun kecil tapi mampu menghasilkan propolis sebanyak 5,8 kg pertahun, lebih banyak dari lebah Apis yang hanya memproduksi 1kg pertahun.

Propolis ialah senyawa yang dihasilkan lebah trigona dari getah tanaman atau resin yang bercampur dengan enzim dari sekresi kelenjar air liurnya. Senyawa ini digunakan lebah untuk melapisi sarangnya agar terlindung dari bakteri, kuman, virus, jamur dan lainnya. Dengan lapisan propolis, ruangan sel-sel lebah trigona atau kelulut menjadi ruangan paling bersih. Karena lebah trigona ini tidak mempunyai sengat maka kelulut atau galo-galo ini banyak membuat propolis untuk melindungi koloni dan sarangnya.

Selain itu Kegunaan Propolis juga sebagai antioksidan sangat tinggi yaitu 9.674 atau 403 kali lebih banyak dari buah jeruk. Kemudian kandungan fenol nya 135,68 atau 320 lebih banyak di bandingkan dari apel merah. Wajar saja propolisnya bias menyembuhkan berbagai macam penyakit di tubuh kita.

Dan potensi yang besar itu maka menarik banyak minat perhatian ilmuwan yang menelitinya. Dan hasil penelitiannya ternyata propolis lanceng atau kalulut ini mampu melawan penyakit –penyakit seperti : TBC, Menghambat sel Kanker, Malaria, Jerawat, Diabetes Mellitus, Sakit Gigi, Influenza, Demam berdarah, Kanker Nasofaring, Imunomodulator, Anemia, Leukimia, Asma, Tumor Payudara, Osteoporosis, Inilah hasil dari penelitiannya.

Ciri-ciri Fisik Propolis

Propolis di ambil dari resin yang ada di pohon yang bergetah. Lebah lanceng atau kelulut kemudian mengolahnya sehingga menjadi propolis yang warnanya ada yang hitam, kuning atau coklat tua maupun merah serta hijau. Warna tergantung dari pohon asal resin, di Indonesia biasanya berwarna hitam, coklat dan krem lain lagi di Amerika Selatan atau Brazil dan Argentina ada propolis yang berwarna merah dan hijau akan tetapi rasanya sama saja.

Pada suhu 25 oc-40 oc propolis berbentuk padat yang lembut, lentur dan sangat lengket kurang lebih bentuknya seperti permen karet bekas yang menempel di tembok hehehe. Oleh karena itu propolis dimanfaatkan oleh lebah trigona sebagai perekat disamping sebagai pencegah masuknya bakteri atau kuman. Dan pada suhu 15oc akan berbentuk padat dan rapuh. Propolis ini akan mencair bila dipanaskan pada suhu 60oc -70oc kadan juga ada yang bias melebur pada suhu 100oc.

Menurut hasil penelitian dari IPB kandungan senyawa aktif propolis trigona dan apis sebenarnya sama, keduanya mengandung flavonoid, fenolik hidroquinon, tanin, saponin, minyak atsiri, steroid/triterpenoid, saponin dan gula pereduksi. flavonoid, fenolik hidroquinon, tanin dan saponin merupakan senyawa antibakteri alami yang bersifat bakteriostatik atau hanya menghambat bakteri bukan bakterisida atau mebunuh bakteri. Yang membedakannya adalah kadar dari setiap senyawa kandungannya. Contohnya flavonoid propolis lebah trigona mencapai 4 % sedangkan apis hanya 1,5 % sedangkan standar internasional adalah 1 %. Oleh karena itulah maka propolis dari trigona mampu menyembuhkan berbagai penyakit dalam tubuh.