Royal Jelly. Fungsi Farmakologis Royal Jelly dan Aplikasinya Secara Medis: Mencegah Aterosklerosis Gula Darah Penuaan

Madu Bina Apiari: PERINTIS PERLEBAHAN DI INDONESIA

Fungsi Farmakologis Royal Jelly dan Aplikasinya Secara Medis

BY Vilian • March 25th , 2017 • Royal Jelly

HomeRoyal JellyFungsi Farmakologis Royal Jelly dan Aplikasinya Secara Medis

"Jiangxi Journal of Animal Husbandry and Veterinary Medicine" 2016 No. 4

Royal jelly adalah suplemen alami yang berasal dari kelenjar endokrin lebah muda. Dalam koloni lebah, royal jelly diberikan khusus untuk ratu lebah seumur hidupnya. Sementara lebah pekerja biasa diberi royal jelly hanya ketika masih berbentuk larva hingga usia 3 hari.

Efek royal jelly pada ratu lebah adalah selain ukuran tubuhnya menjadi lebih besar daripada lebah pekerja, ia juga lebih subur dan berusia lebih panjang.

Ratu lebah mampu bertelur 2000 butir sehari dan hidup 450 kali lipat lebih lama daripada lebah pekerja. Jika umumnya lebah pekerja hanya berusia 35-40 hari, ratu lebah bisa berusia 3-5 tahun.

Berbagai penelitian dilakukan untuk mengungkap komposisi dan efektivitas royal jelly sebagai suplemen terhadap kesehatan manusia.

Sejak tahun 1940, Amerika Serikat telah mulai mempelajari sifat-sifat kimiawi royal jelly. Setelah berbagai studi dilakukan di berbagai belahan dunia, secara umum diungkapkan bahwa royal jelly terdiri dari 64,5-68,5% air dan 35,5-31,5% padatan.

Padatan yang ada di dalam royal jelly merupakan :
· 12-14% protein
· 6% lemak
· 12-14% gula
· 0.2-4% abu
· 2.84%-3% “zat misterius” yang belum dapat diidentifikasi.

Royal jelly sudah digunakan secara luas dalam pengobatan, dengan fungsi utama untuk memperbaiki fungsi imunitas tubuh. Suplemen makanan alami ini baik dikonsumsi untuk anak-anak, lansia, wanita hamil maupun menyusui. Khusus untuk tubuh yang lemah, royal jelly dapat membantu mengembalikan kebugarannya dengan segera.

Ahli gizi menemukan bahwa royal jelly dapat menyeimbangkan tubuh, mengatur kelenjar endokrin, mengeluarkan zat beracun dari tubuh, menstimulasi pembentukan sel-sel baru, meningkatkan aktivitas imunitas sel dan menstimulasi produksi antibodi.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Zhang Jing, Yan Weina et al menemukan bahwa royal jelly dapat meningkatkan fungsi monosit makrofag dan aktivitas sel NK (Natural Killer).

Efek Royal Jelly Pada Penyakit Kardiovaskular

Royal Jelly dapat mencegah aterosklerosis (penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah arteri yang dapat menyebabkan nyeri dada, sesak nafas, serangan jantung dan gejala stroke).

Selain memperbaiki metabolisme lemak tubuh, royal jelly juga mampu mengurangi tekanan darah, memperbaiki fungsi hati dan membantu kesembuhan pasien dengan aterosklerosis.

Royal jelly secara umum mengandung banyak sterol yang bisa mengurangi penyerapan kolesterol di dalam lambung, sehingga mengurangi sirkulasi kolesterol dan lemak-lemak lain di dalam darah.

Kandungan gonadotropin dan estrogen dalam royal jelly mengurangi kadar serum kolesterol dan akumulasi LDL (kolesterol jahat), juga mencegah pembentukan kolesterol.

Sebagai tambahan, royal jelly juga mengurangi jumlah total lemak intravascular dan laju pengendapan lemak, sehingga memiliki efek anti trombosis (pembekuan darah di pembuluh vena dan arteri) dan hipolipidemik.

Royal jelly juga mengandung asetilkolin yang dapat mengendurkan pembuluh darah, sehingga bisa mengurangi tekanan darah tinggi.

Efek Royal Jelly Pada Penuaan dan Kepikunan (Demensia)

Percobaan klinis menunjukkan bahwa mengonsumsi royal jelly tidak hanya baik untuk mencegah dan merawat penyakit lanjut usia, tetapi juga mengubah beberapa fenomena penuaan.

Royal jelly memiliki kemampuan untuk menjaga sel-sel dalam sintesis DNA yang lebih kuat, memperpendek siklus sel yang usang, mengurangi penumpukan sel-sel yang uzur, menjaga kecepatan pembaharuan sel dan memperlambat penuaan sel.

Dilaporkan dalam beberapa penelitian, royal jelly dapat secara signifikan meningkatkan kadar neurotransmiter monoamin pada tikus.

Mekanisme belajar dan memori berkaitan erat dengan kadar neurotransmiter monoamin, dan berperan penting dalam penyimpanan memori.

Royal Jelly dan Kecantikan

Royal jelly bisa meningkatkan energi tubuh, mengurangi kecemasan, memperbaiki kualitas tidur dan mood/suasana hati, meningkatkan memori dan memperbaiki imunitas.

Royal jelly mengandung vitamin B, yaitu B5, biotin dan B6 yang dibutuhkan tubuh untuk menjaganya dari infeksi zat asing.

Royal jelly mengandung komponen bahan baku kolagen. Kolagen memiliki efek anti-penuaan, mengurangi keriput dan menjaga kehalusan kulit. Produk ini bisa digunakan pada permukaan kulit, seperti masker, krim, lotion, dan lain-lain.

Share your Opinions

Terhubung Dengan Kami

Copyright © 2010 - 2017 Madu Bina Apiari. All Rights Reserved. Designated trademarks and brands are the property of their respective owners. Use of this Web site constitutes acceptance of Madu Bina Apiari User Agreement and Privacy Policy.

top