KONFERENSI ASIAN APICULTURAL ASSOCIATION Akan Diadakan di Jakarta 22 25 Oktober 2018

Apa sih AAA atau Asian Apicultural Association ?
adalah asosiasi perlebahan yang anggotanya negara negara di Asia termasuk Indonesia. AAA ini bertujuan untuk memajukan perlebahan di Asia baik dari segi keilmuan budidaya maupun Teknologi baru yang di terapkan dalam perlebahan serta untuk menjalin komunikasi antar negara Asia dalam bidang perlebahan. Dapat juga diartikan sebagai tempat berbagi dan bertukar ilmu serta teknologi di bidang perlebahan.

Perlu diketahua Madu

Bina Apiari

adalah perintis perlebahan di Indonesia dan merupakan peserta yang sering hadir dalam Konferensi AAA maupun APIMONDIA ( Asosiasi Perlebahan Dunia ).

pada tanggal 24 Maret 2018 Kami mengikuti kegiatan API ( Asosiasi Perlebhan Indonesia ) yang diadakan di Urban Bee, Teuweul Bogor dalam rangka menyambut konferensi AAA ke 14, yang tahun ini Indonesia di tunjuk sebagai penyelenggaranya dan akan diadakan di Jakarta pada Tanggal 22-25 Oktober 2018.

Partisipasi Madu Bina Apiari dalam semua assosiasi perlebahan adalah dalam rangka menambah keilmuan dan informasi tentang perlebahan yang hasilnya juga dapat kami terapkan sehingga kwalitas hasil perlebahan kami tetap terjaga dan berguna bagi para penggemar maupun pelanggan Madu Bina Apiari.Kegiatan API bersama Peternak Lebah Tak Bersengat (Trigona)

Apa Sih Bee Pollen itu ?

Belum banyak yang mengenal Bee Pollen.

Produk ini dihasilkan oleh lebah dari serbuk sari tanaman. Serbuk sari sendiri merupakan alat reproduksi jantan dari tanaman, yang menjadi cikal bakal bagi kehidupan tanaman seutuhnya.

Lebah mengambil serbuk sari atau pollen, kemudian memadatkan serbuk tersebut dengan sedikit madu dan disimpan sementara pada kantung pollen di tungkainya.

Bee Pollen mengandung zat gizi yang paling lengkap dibandingkan dengan produk lebah lainnya.
Selain kaya akan vitamin B (asam folat), juga enzim, protein dan serat.

Konsumsi Bee Pollen membantu kerja dari saluran pencernaan kita untuk menguraikan dan menyerap sari-sari makanan.
Bee Pollen juga membantu kerja hati dalam mengeluarkan racun-racun tubuh.

Peternakan lebah Bina Apiari telah merintis perlebahan Indonesia sejak 1974 dan sejak 1980 sudah menghasilkan produk-produk hasil lebah ternak kami sendiri.

Bina Apiari mengemas Bee Pollen dalam bentuk serbuk (dihaluskan terlebih dahulu) di dalam kapsul agar lebih praktis dan mudah dikonsumsi.

Dengan konsumsi Bee Pollen kapsul 2×1 butir sehari, tubuh menjadi lebih fit, stamina terjaga sehingga tidak mudah lelah, pencernaan menjadi sehat dan kita tidak mudah sakit.


Dapatkan Bee Pollen kapsul Bina Apiari melalui whatsapp .
0813.1413.255 atau 0895.1884.5428

https://www.facebook.com/pakarlebah/videos/10155284363816849/?hc_ref=ARTr_v0BjS2IBwn0GFPJCRN1O_49ziZzTZNy3gytDGtfqatxbNR6zRyB24XouPPP_Zs

Fungsi Farmakologis Royal Jelly dan Aplikasinya Secara Medis

“Jiangxi Journal of Animal Husbandry and Veterinary Medicine” 2016 No. 4

Royal jelly adalah suplemen alami yang berasal dari kelenjar endokrin lebah muda. Dalam koloni lebah, royal jelly diberikan khusus untuk ratu lebah seumur hidupnya. Sementara lebah pekerja biasa diberi royal jelly hanya ketika masih berbentuk larva hingga usia 3 hari.

Efek royal jelly pada ratu lebah adalah selain ukuran tubuhnya menjadi lebih besar daripada lebah pekerja, ia juga lebih subur dan berusia lebih panjang.

Ratu lebah mampu bertelur 2000 butir sehari dan hidup 450 kali lipat lebih lama daripada lebah pekerja. Jika umumnya lebah pekerja hanya berusia 35-40 hari, ratu lebah bisa berusia 3-5 tahun.

Berbagai penelitian dilakukan untuk mengungkap komposisi dan efektivitas royal jelly sebagai suplemen terhadap kesehatan manusia.

Sejak tahun 1940, Amerika Serikat telah mulai mempelajari sifat-sifat kimiawi royal jelly. Setelah berbagai studi dilakukan di berbagai belahan dunia, secara umum diungkapkan bahwa royal jelly terdiri dari 64,5-68,5% air dan 35,5-31,5% padatan.

Padatan yang ada di dalam royal jelly merupakan :
· 12-14% protein
· 6% lemak
· 12-14% gula
· 0.2-4% abu
· 2.84%-3% “zat misterius” yang belum dapat diidentifikasi.

Royal jelly sudah digunakan secara luas dalam pengobatan, dengan fungsi utama untuk memperbaiki fungsi imunitas tubuh. Suplemen makanan alami ini baik dikonsumsi untuk anak-anak, lansia, wanita hamil maupun menyusui. Khusus untuk tubuh yang lemah, royal jelly dapat membantu mengembalikan kebugarannya dengan segera.

Ahli gizi menemukan bahwa royal jelly dapat menyeimbangkan tubuh, mengatur kelenjar endokrin, mengeluarkan zat beracun dari tubuh, menstimulasi pembentukan sel-sel baru, meningkatkan aktivitas imunitas sel dan menstimulasi produksi antibodi.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Zhang Jing, Yan Weina et al menemukan bahwa royal jelly dapat meningkatkan fungsi monosit makrofag dan aktivitas sel NK (Natural Killer).

Efek Royal Jelly Pada Penyakit Kardiovaskular

Royal Jelly dapat mencegah aterosklerosis (penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah arteri yang dapat menyebabkan nyeri dada, sesak nafas, serangan jantung dan gejala stroke).

Selain memperbaiki metabolisme lemak tubuh, royal jelly juga mampu mengurangi tekanan darah, memperbaiki fungsi hati dan membantu kesembuhan pasien dengan aterosklerosis.

Royal jelly secara umum mengandung banyak sterol yang bisa mengurangi penyerapan kolesterol di dalam lambung, sehingga mengurangi sirkulasi kolesterol dan lemak-lemak lain di dalam darah.

Kandungan gonadotropin dan estrogen dalam royal jelly mengurangi kadar serum kolesterol dan akumulasi LDL (kolesterol jahat), juga mencegah pembentukan kolesterol.

Sebagai tambahan, royal jelly juga mengurangi jumlah total lemak intravascular dan laju pengendapan lemak, sehingga memiliki efek anti trombosis (pembekuan darah di pembuluh vena dan arteri) dan hipolipidemik.

Royal jelly juga mengandung asetilkolin yang dapat mengendurkan pembuluh darah, sehingga bisa mengurangi tekanan darah tinggi.

Efek Royal Jelly Pada Penuaan dan Kepikunan (Demensia)

Percobaan klinis menunjukkan bahwa mengonsumsi royal jelly tidak hanya baik untuk mencegah dan merawat penyakit lanjut usia, tetapi juga mengubah beberapa fenomena penuaan.

Royal jelly memiliki kemampuan untuk menjaga sel-sel dalam sintesis DNA yang lebih kuat, memperpendek siklus sel yang usang, mengurangi penumpukan sel-sel yang uzur, menjaga kecepatan pembaharuan sel dan memperlambat penuaan sel.

Dilaporkan dalam beberapa penelitian, royal jelly dapat secara signifikan meningkatkan kadar neurotransmiter monoamin pada tikus.

Mekanisme belajar dan memori berkaitan erat dengan kadar neurotransmiter monoamin, dan berperan penting dalam penyimpanan memori.

Royal Jelly dan Kecantikan

Royal jelly bisa meningkatkan energi tubuh, mengurangi kecemasan, memperbaiki kualitas tidur dan mood/suasana hati, meningkatkan memori dan memperbaiki imunitas.

Royal jelly mengandung vitamin B, yaitu B5, biotin dan B6 yang dibutuhkan tubuh untuk menjaganya dari infeksi zat asing.

Royal jelly mengandung komponen bahan baku kolagen. Kolagen memiliki efek anti-penuaan, mengurangi keriput dan menjaga kehalusan kulit. Produk ini bisa digunakan pada permukaan kulit, seperti masker, krim, lotion, dan lain-lain.

TANAMAN PENGHASIL NEKTAR DAN MUSIM PANEN MADU LEBAH APIS MELLIFERA INDONESIA

Seperti yang sudah dibahas di postingan sebelumnya, lebah penghasil madu ada beberapa jenis. Kali ini kita bahas, tanaman yang dominan menghasilkan nektar yang disukai lebah dan diubah menjadi madu.

Oya sebelumnya, nektar adalah cairan manis yang dikeluarkan oleh tanaman. Cairan ini biasanya disukai serangga, termasuk lebah madu. Tanaman mengeluarkan nektar untuk menarik perhatian serangga penyerbuk atau pemakan hama tanaman. Nektar dikeluarkan melalui bunga ataupun pangkal daun muda.

Lebah Budidaya
Hari ini kita bahas khusus lebah budidaya atau jenis Apis mellifera yang banyak dipelihara di Pulau Jawa, tanaman utama penghasil nectar adalah Kapuk Randu, Karet, Rambutan, Mangga, Durian, Kopi, Sonokeling, Kaliandra.

Jika koloni lebah sehat dan kuat, musim kemarau bagus (tidak sering hujan seperti di tahun 2016), tanaman dan lahan sehat, maka peternak lebah bisa memanen madu 3 sampai 6 kali untuk setiap jenis tanamannya.

Pada kondisi ideal, sekali panen per sisiran sarang lebah Apis mellifera, bisa didapat rata-rata 3kg madu. Dalam 1 kotak lebah terdapat 6-8 sisiran.

Khusus madu Kopi, biasanya peternak hanya bisa memanen 1 sampai 3 kali, karena bunga kopi lekas gugur. Demikian juga dengan bunga Durian yang mekar pada malam hari, biasanya lebah hanya bisa mengisap nektarnya ketika bunga sudah berguguran di tanah.

Masa Panen Madu
Masa panen madu hanya bisa dilakukan di musim kemarau. Untuk lebah Apis mellifera, musim panen madu dimulai sekitar bulan Mei-Juni, diawali dengan madu Kapuk Randu. Disusul madu Karet pada bulan Agustus, kemudian Rambutan di bulan September. Sambil menunggu madu Sonokeling di bulan Oktober, kadang peternak mendapatkan madu Mangga, Kopi atau Durian, tergantung lokasi angon lebahnya. Terakhir, sekitar bulan November, bisa didapat madu Kaliandra.

Peternak lebah Apis mellifera harus berpindah-pindah membawa puluhan hingga ratusan kotak lebahnya untuk “mengejar” lokasi yang tepat bagi lebahnya. Demi efisiensi biaya, biasanya peternak memilih lokasi pindahan yang tidak saling berjauhan.

JENIS-JENIS LEBAH MADU POPULER INDONESIA

Suka minum madu? Kenali dulu lebah penghasilnya. Simak jenis-jenis lebah madu populer yang ada di Indonesia ya..
Madu didapat lebah dari nektar (cairan manis) tanaman yang diproses di dalam kantung madu, kemudian dikentalkan di dalam sarang. Adapun tanaman sumber nektar yang biasa diambil oleh lebah bervariasi. Lebah madu yang mengisap nektar pun ada beberapa jenis.

Yang populer di Indonesia adalah Apis cerana (lebah lokal), Apis mellifera (lebah budidaya) dan Apis dorsata (lebah hutan). Ada juga jenis lebah tak bersengat yang baru-baru ini mulai dilirik, yaitu Trigona sp.
Lebah Apis cerana bertubuh paling kecil di antara ketiga jenis lebah madu populer yang bersengat. Lebah ini hidup liar di alam dan ada juga yang diternakkan. Tetapi karena tubuhnya kecil, maka sarangnya pun berukuran kecil dan hasil madunya sedikit.

Apis Mellifera
Lebah Apis mellifera atau yang sering dikenal sebagai lebah budidaya, aslinya berasal dari Eropa. Tubuh lebah ini lebih besar, relatif lebih jinak dan lebih produktif menghasilkan madu daripada Apis cerana, sehingga lebih ideal untuk dibudidayakan.

Apis mellifera ini lebih pemilih dalam menentukan nektar yang akan diambil. Selain itu mereka lebih rentan terhadap hama penyakit. Sampai saat ini, sebagian besar Apis mellifera di Indonesia hanya cocok dibudidayakan di pulau Jawa.
Lebah hutan atau Apis dorsata bertubuh paling besar, paling liar dan sulit dibudidayakan, dibandingkan dengan Apis cerana dan Apis mellifera. Sarang lebah hutan berupa lembaran besar tunggal, menggantung di cabang pohon di hutan ataupun goa-goa.

Dengan semakin berkurangnya hutan di Indonesia, beberapa koloni lebah hutan mengungsi sampai ke kota dan membuat sarang di tiang-tiang gedung yang membentuk sudut miring.

Lebah tak bersengat Trigona, atau lebih dikenal dengan nama daerah Kelulut, Lanceng, Klanceng, belakangan ini mulai populer.

Apimondia (organisasi dunia bidang perlebahan) menganggap trigona bukan lebah sesungguhnya, karena berbeda rumpun dengan lebah madu. Trigona termasuk rumpun meliponini, sedangkan lebah madu Apis merupakan rumpun apini.
Namun demikian, karena di beberapa negara dan daerah sulit membudidayakan Apis mellifera, maka Trigona menjadi sebuah alternatif yang dapat dikembangkan sebagai sumber daya alam yang potensial.

Mengalami menopause dini? Atasi dengan Royal Jelly!

Gejala menopause seringkali menimbulkan rasa tak nyaman pada wanita. Menopause sewajarnya dialami semua wanita menjelang usia 50 tahun. Namun banyak pula wanita yang mengalaminya di usia lebih dini.

Menopause dini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya faktor keturunan, penyakit autoimun, kemoterapi, kelainan hormonal, operasi pengangkatan ovarium atau pengangkatan rahim.

Seorang profesor Biologi di Cornell University, R.B. WiIIson, pada awal tahun 1950-an telah meneliti berbagai fungsi pengobatan dari royal jelly untuk mengatasi masalah gejala menopause. Sejak itu, banyak penelitian serupa dilakukan di berbagai belahan dunia lain.

Makanan ratu lebah yang kaya akan gizi ini membantu tubuh untuk mengatur system endokrin dan syaraf, mengurangi dan memperlambat atau mengatasi gejala menopause.

Pelanggan Bina Apiari Indonesia Telah Merasakan Manfaatnya

Beberapa pelanggan Royal Jelly Bina Apiari yang mengalami gejala menopause dini pun telah merasakan manfaat royal jelly untuk mengatasi berbagai ketidaknyamanan yang timbul.

Setelah mengonsumsi royal jelly rutin selama tiga bulan, frekuensi menstruasi yang tadinya tidak rutin, berangsur-angsur menjadi rutin kembali. Emosi menjadi lebih stabil. Tidur menjadi lebih nyenyak. Nafsu makan, energi dan daya ingat membaik.

Royal Jelly mengandung berbagai zat aktif yang bermanfaat sbb :
1. Asam royal jelly, dapat mengaktifkan fungsi otak dan memperbaiki aktivitas system syaraf pusat
2. Asetilkolin, memperbaiki mental, daya ingat dan daya pikir
3. Asam pantotenat berperan untuk menstimulasi fungsi system syaraf dan hormone endokrin
4. Vitamin B1 efektif dalam perawatan system syaraf pusat yang rusak
5. Vitamin B2 efektif untuk mencegah penuaan dini
6. Vitamin B6 sebagai sumber gizi syaraf yang mengatur system syaraf